Pembentukan Karakter Islami Santri melalui Sistem Asrama di Pondok Pesantren
DOI:
https://doi.org/10.32492/arsy.v10i2.10201Keywords:
pembentukan karakter Islami, sistem asrama, pondok pesantrenAbstract
Degradasi moral generasi muda menuntut peran aktif lembaga pendidikan, khususnya pesantren sebagai institusi pembentuk karakter Islami. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses pembentukan karakter Islami santri, metode yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambatnya melalui sistem asrama di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan di Asrama Al-Mubarok. Partisipan meliputi pengasuh, pembina, empat ustadz Madrasah Diniyah, dan delapan santri yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik model Miles, Huberman, dan Saldaña. Kredibilitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian mengidentifikasi enam dimensi karakter Islami yang dibentuk: religius, sosial, disiplin, sederhana, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Karakter religius dikembangkan melalui mujahadah terstruktur seperti istighotsah, sorogan Al-Qur'an, dan diba'iyah. Karakter sosial dibentuk melalui kajian kitab fiqih-akhlak, keteladanan ustadz, ro'an, khidmatul ummah, dan muhadharah. Pembentukan karakter ditempuh melalui empat metode utama: pembiasaan, keteladanan, ceramah, dan hukuman edukatif. Faktor pendukung mencakup sistem penempatan santri, sarana memadai, tata tertib yang jelas, tenaga pendidik profesional, dan kerjasama dengan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran diri santri, pengaruh negatif santri non-asrama, pola asuh permisif orang tua, dan senioritas tidak sehat. Sistem asrama terbukti efektif sebagai laboratorium sosial pembentukan karakter melalui integrasi nilai hablum minallah dan hablum minannas. Penelitian ini menawarkan model praktis bagi pengelola pesantren sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan tentang efektivitas komparatif berbagai model pembentukan karakter di pesantren.
References
Ali, N., Jumahir, J., & Mursyidi, M. (2024). Efektivitas metode pembelajaran Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa di madrasah ibtidaiyah. Jurnal Pendidikan Islam Al-Ilmi, 7(2). https://doi.org/10.32529/al-ilmi.v7i2.3637
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What works in character education: A research-driven guide for educators. Character Education Partnership.
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Coloroso, B. (2007). The bully, the bullied, and the bystander: From preschool to high school—How parents and teachers can help break the cycle of violence. HarperCollins.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2011). The SAGE handbook of qualitative research (4th ed.). SAGE Publications.
Fauji, I., Fahyuni, E. F., & Muhid, A. (2023). Implementing child-friendly teaching methods to improve Qur’an reading ability. Jurnal Pendidikan Islam, 6(1). https://doi.org/10.15575/jpi.v6i1.8078
Freeman, S., Eddy, S. L., McDonough, M., Smith, M. K., Okoroafor, N., Jordt, H., & Wenderoth, M. P. (2014). Active learning increases student performance in science, engineering, and mathematics. Proceedings of the National Academy of Sciences, 111(23), 8410–8415. https://doi.org/10.1073/pnas.1319030111
Geertz, C. (1960). The religion of Java. University of Chicago Press.
Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. Pustaka Ilmu.
Idawati, K., Rossa, D. C., Kadir, D. F. A., & Hanifudin, H. (2024). The implementation of the Tilawati method in learning Qur’an at Madrasah Aliyah. Jurnal Iqra’: Kajian Ilmu Pendidikan, 9(2). https://doi.org/10.25217/ji.v9i2.5756
Idayanti, M., & Wicaksono, H. (2025). Evaluasi pembelajaran membaca Al-Qur’an metode Tilawati di TPQ Baitul Hikmah Purwokerto. Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah, 4(2). https://doi.org/10.36769/tarqiyatuna.v4i2.1016
Kurniawan, B. D., Ikhwan, A., Setiawan, W., & Zukhrufin, F. (2025). Improving the quality of Qur’an learning through the Ummi method. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam. https://doi.org/10.24042/002025162339400
Lofland, J., & Lofland, L. H. (1984). Analyzing social settings: A guide to qualitative observation and analysis (2nd ed.). Wadsworth.
Mahmudi, M. B., Kustati, M., Amelia, R., & al-Oraimi, S. (2025). Effectiveness of implementation of Iqra’ method. Ri’ayatu Al-Qur’an, 7(1). https://doi.org/10.62990/riqu.v7i1.144
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Rahman, Z., Hakim, M. L., & Yuliani, H. (2025). Al-Qur’an literacy solution for students: Assistance with the introduction of hijaiyah letters based on the Tilawati method. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2). https://doi.org/10.32815/jpm.v6i2.2665
Salim. (2017). Metode penelitian kualitatif. Citapustaka Media.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulaiman, H., & Alawiyah, T. (2024). Efektivitas pembelajaran ilmu tajwid peserta didik terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an. MASAGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 38–48. https://doi.org/10.37968/masagi.v2i2.559
Taufiqurrahman, T. (2025). Efektivitas metode pembelajaran Al-Qur’an: Kajian literatur terhadap Iqra, Tilawati, dan Ummi. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2). https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.30640
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asif Shofiyan Mustajib, Tadjoer Ridjal, Abdul Rouf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




