Peran Ayah Terhadap Pendidikan Aqidah Akhlaq Anak Dalam Keluarga Perspektif Alqur’an (Analisis Kandungan Q.S. Ibrahim 35-41 Dan Q.S. Luqman 12-19)
DOI:
https://doi.org/10.32492/arsy.v7i2.7203Keywords:
Peran Ayah, Pendidikan Aqidah Akhlaq, AnakAbstract
Fenomena fatherless country mencerminkan minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, terutama dalam pendidikan aqidah dan akhlak. Budaya yang menempatkan ayah sebagai pencari nafkah utama sering kali mengesampingkan perannya sebagai pendidik dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji materi dan metode pendidikan aqidah akhlak anak dalam keluarga berdasarkan perspektif Al-Qur’an, khususnya dalam QS. Ibrahim ayat 35-41 dan QS. Luqman ayat 12-19, serta menganalisis relevansinya terhadap peran ayah dalam pendidikan anak.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pendidikan aqidah akhlak dalam keluarga meliputi tauhid, doa, ibadah (shalat dan amar ma’ruf nahi munkar), lingkungan yang baik, syukur, ikhlas, kecintaan kepada orang tua, larangan syirik, serta larangan bersikap sombong. Adapun metode yang digunakan dalam pendidikan aqidah akhlak meliputi metode perhatian dan kasih sayang, metode nasihat, metode pengulangan, serta metode keteladanan.
Peran ayah dalam pendidikan aqidah akhlak anak sangat penting, yaitu sebagai pemberi hikmah, pengingat untuk bersyukur, pemberi nasihat, pengajar tauhid, pelatih akhlak terhadap orang tua, penyedia lingkungan yang baik, serta pendidik akhlak sosial. Selain itu, ayah juga berperan dalam mendoakan anak dan keluarganya. Dengan demikian, keterlibatan ayah dalam pendidikan aqidah akhlak anak sangat relevan dalam membangun karakter islami yang kuat dalam keluarga.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Arsy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



