Arsy https://ejournal.undar.or.id/index.php/arsy <hr /> <table class="data" width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%">Arsy</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Initials</td> <td width="80%">Arsy</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Other variant title</td> <td width="80%">Jurnal studi Islam</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Abbreviation</td> <td width="80%">Arsy</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%">2 issues per year (February &amp; August)</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%">10.32492</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%"> <a style="color: #008acb;" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2580-4286">p-ISSN: 2580-4286</a> <a style="background-color: #f0f0f0;" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2810-0026">e-ISSN: 2810-0026</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%">Muhammad Najihul Huda</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%">Universitas Darul Ulum, Jl. Gus Dur 29A, Mojongapit, Jombang, Indonesia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%">Google scholar</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Subject Area; Category</td> <td width="80%">Islamic Studies, Religion, Social Community, and Spirituality</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Discipline</td> <td width="80%">Islamic Studies, Religion, Social Community, and Spirituality</td> </tr> </tbody> </table> <p> </p> en-US najihulhudaundar65@gmail.com (Muhammad Najihul Huda) arsy.undar@gmail.com (Arsy: Jurnal Pendidikan Islam) Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Political Interest And Mental Health Across Generations And Religions https://ejournal.undar.or.id/index.php/arsy/article/view/1633 <p>This study investigates the intricate relationship between political interest and mental health across generations and religions in Indonesia. The objective is to analyze how political engagement influences mental well-being and to understand the varying impacts of generational and religious contexts on these dynamics. Using a literature review methodology, the research synthesizes existing academic sources, including journal articles and studies, to provide a comprehensive overview of the topic. The findings reveal that political interest acts as both a potential source of purpose and a significant stressor. For older generations, such as Baby Boomers and Generation X, political engagement is often rooted in historical experiences of authoritarianism, leading to skepticism and selective involvement. In contrast, Millennials and Generation Z exhibit a more pragmatic approach, heavily influenced by social media, yet they face heightened anxiety and mental health challenges due to political polarization and societal pressures. Moreover, the study identifies the role of religion as a crucial factor in shaping political perceptions and mental health responses. While religious beliefs can offer emotional support, they may also contribute to internal conflicts when political and religious values clash. Overall, the research underscores the necessity of fostering a supportive political and social environment that promotes mental well-being across diverse generational and religious backgrounds, highlighting the importance of interdisciplinary collaboration between political science and psychology to address these complex issues effectively.</p> Nailul Mukorobin, Zamroni, Abdurrohim Copyright (c) 2026 Nailul Mukorobin, Zamroni, Abdurrohim https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejournal.undar.or.id/index.php/arsy/article/view/1633 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0700 Rekonstruksi Konsep Tawasuth dalam Wacana Moderasi Beragama: Kajian Islam Kontemporer https://ejournal.undar.or.id/index.php/arsy/article/view/1496 <p>Meningkatnya polarisasi keagamaan dan menguatnya kecenderungan ekstremisme di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, mendorong urgensi penguatan moderasi beragama yang bertumpu pada landasan konseptual yang kokoh, bukan sekadar slogan normatif dalam dokumen kebijakan. Selama ini, kajian tentang moderasi beragama lebih banyak berfokus pada aspek implementasi, seperti pendidikan, dakwah, dan kebijakan publik. Sementara eksplorasi konseptual terhadap tawasuth sebagai salah satu nilai intinya masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep tawasuth dalam wacana moderasi beragama pada kajian Islam kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan systematic literature review terhadap artikel ilmiah terindeks yang terbit hingga tahun 2026, dihimpun melalui Google Scholar dan berbagai portal jurnal dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawasuth memiliki tiga dimensi yang saling terkait, yaitu teologis, sosial, dan epistemologis. Secara teologis, tawasuth berakar pada konsep wasathiyyah yang menekankan keseimbangan dan keadilan sebagaimana termaktub dalam gagasan ummatan wasathan. Secara sosial, tawasuth berfungsi sebagai pedoman dalam mengelola keberagaman melalui nilai toleransi, keseimbangan, dan keadilan. Secara epistemologis, tawasuth berkembang sebagai paradigma pemikiran yang menghubungkan ajaran agama dengan realitas sosial modern secara proporsional dan kontekstual. Temuan ini memperkuat posisi tawasuth sebagai kerangka konseptual penting bagi pengembangan pendidikan keagamaan dan penguatan narasi moderasi beragama di Indonesia.</p> Azizi Hadziq, Khoirul Huda Copyright (c) 2026 Azizi Hadziq https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejournal.undar.or.id/index.php/arsy/article/view/1496 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0700 Media Sosial Dan Polarisasi: Tantangan Baru Toleransi Beragama Di Kalangan Generasi Muda Muslim Indonesia https://ejournal.undar.or.id/index.php/arsy/article/view/1641 <p>Artikel ini mengkaji peran media sosial dalam membentuk toleransi dan polarisasi beragama di kalangan generasi muda Muslim Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme polarisasi digital, pergeseran otoritas keagamaan di ruang daring, serta transformasi wacana pluralisme di kalangan generasi muda. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menganalisis artikel ilmiah mutakhir, laporan resmi, dan buku akademik terkait keberagamaan digital, algoritma media sosial, dan moderasi beragama yang terbit pada periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, polarisasi keagamaan terjadi melalui mekanisme filter bubble, echo chamber, dan intervensi algoritma yang mempersempit paparan terhadap sudut pandang berbeda. Kedua, terjadi pergeseran otoritas keagamaan menuju sumber berbasis algoritma yang melahirkan fenomena algorithmic religion dan santri without pesantren. Ketiga, terdapat kontradiksi antara tingginya indeks toleransi dalam survei formal dengan meningkatnya intoleransi dalam wacana digital. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan literasi digital kritis, revitalisasi otoritas keagamaan di ruang digital, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat toleransi beragama di era digital.</p> Alya Ul Widad, Alif Qatarina Amir, Rizma Nadyal Kaffi, Ach. Zamzami Muntaha Ridwan, M. Qomarul Huda Copyright (c) 2026 Alya Widad, Alif Qatarina Amir, Rizma Nadyal Kaffi, Ach. Zamzami Muntaha Ridwan, M. Qomarul Huda https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejournal.undar.or.id/index.php/arsy/article/view/1641 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0700 Islam pada Masa Kerajaan-Kerajaan di Nusantara https://ejournal.undar.or.id/index.php/arsy/article/view/1632 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan kajian Islamisasi di Nusantara yang lebih banyak menekankan aspek perdagangan, dakwah, dan akulturasi budaya, sementara dimensi relasi kekuasaan dalam perkembangan Islam pada masa kerajaan-kerajaan Islam masih relatif kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Islam pada masa kerajaan-kerajaan di Nusantara melalui perspektif teori kekuasaan Michel Foucault. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif-interpretatif. Sumber data diperoleh dari buku-buku sejarah Islam Nusantara, karya-karya Michel Foucault, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan konsep power/knowledge, relasi kuasa, wacana, dan disiplin sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai pusat kekuasaan politik, tetapi juga sebagai produsen wacana keislaman yang membentuk pengetahuan dan identitas masyarakat. Relasi antara sultan dan ulama membentuk jaringan kekuasaan yang saling memberikan legitimasi, sedangkan institusi keagamaan seperti masjid, pesantren, surau, dayah, dan lembaga peradilan Islam berperan sebagai mekanisme disiplin sosial yang menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Sehingga Islamisasi di Nusantara merupakan proses yang melibatkan penyebaran agama sekaligus produksi pengetahuan dan pengelolaan kekuasaan melalui berbagai institusi sosial dan keagamaan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Islam Nusantara, kerajaan Islam, Michel Foucault, kekuasaan, Islamisasi</p> Hamdan Al Masruri, Aditya Saputra, Sholihan, Fathurrahman, M. Qomarul Huda Copyright (c) 2026 Hamdan Al Masruri, Aditya Saputra, Sholihan, Fathurrahman, M. Qomarul Huda https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejournal.undar.or.id/index.php/arsy/article/view/1632 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0700 Pembentukan Karakter Islami Santri melalui Sistem Asrama di Pondok Pesantren https://ejournal.undar.or.id/index.php/arsy/article/view/1392 <p>Degradasi moral generasi muda menuntut peran aktif lembaga pendidikan, khususnya pesantren sebagai institusi pembentuk karakter Islami. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses pembentukan karakter Islami santri, metode yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambatnya melalui sistem asrama di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan di Asrama Al-Mubarok. Partisipan meliputi pengasuh, pembina, empat ustadz Madrasah Diniyah, dan delapan santri yang dipilih melalui <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik model Miles, Huberman, dan Saldaña. Kredibilitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian mengidentifikasi enam dimensi karakter Islami yang dibentuk: religius, sosial, disiplin, sederhana, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Karakter religius dikembangkan melalui mujahadah terstruktur seperti istighotsah, sorogan Al-Qur'an, dan diba'iyah. Karakter sosial dibentuk melalui kajian kitab fiqih-akhlak, keteladanan ustadz, ro'an, khidmatul ummah, dan muhadharah. Pembentukan karakter ditempuh melalui empat metode utama: pembiasaan, keteladanan, ceramah, dan hukuman edukatif. Faktor pendukung mencakup sistem penempatan santri, sarana memadai, tata tertib yang jelas, tenaga pendidik profesional, dan kerjasama dengan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran diri santri, pengaruh negatif santri non-asrama, pola asuh permisif orang tua, dan senioritas tidak sehat. Sistem asrama terbukti efektif sebagai laboratorium sosial pembentukan karakter melalui integrasi nilai <em>hablum minallah</em> dan <em>hablum minannas</em>. Penelitian ini menawarkan model praktis bagi pengelola pesantren sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan tentang efektivitas komparatif berbagai model pembentukan karakter di pesantren.</p> Asif Shofiyan Mustajib, Tadjoer Ridjal, Abdul Rouf Copyright (c) 2026 Asif Shofiyan Mustajib, Tadjoer Ridjal, Abdul Rouf https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejournal.undar.or.id/index.php/arsy/article/view/1392 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0700