Generasi Z Sebagai Penjaga Nilai (Rekonstruksi Budaya Integritas di Tengah Negara dengan Tingkat Korupsi Tinggi)

Authors

  • Nasywa Putri Rasyidah Fakultas Hukum, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
  • Endah Wahyuningsih Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Darul Ulum, Jombang, Indonesia

Abstract

Korupsi yang mengakar secara budaya dan struktural telah melemahkan legitimasi negara dan merusak nilai integritas publik. Generasi Z, yang tumbuh dalam konteks sosial sarat ketidakadilan, menunjukkan potensi sebagai agen generasional yang mampu membentuk subkultur nilai antikorupsi. Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana Gen Z membangun kesadaran nilai, strategi kolektif, dan memanfaatkan peluang struktural untuk menantang budaya permisif korupsi. Penelitian ini me    nggunakan pendekatan deskriptif-analitik berbasis studi kepustakaan terhadap 23 artikel jurnal bereputasi yang diseleksi secara sistematis, lalu dianalisis dengan sintesis tematik naratif untuk memetakan pola kesadaran nilai, strategi digital, serta peluang dan hambatan budaya-struktural. Temuan menunjukkan bahwa kesadaran nilai Gen Z terbentuk secara resistif terhadap konstruksi sosial budaya korupsi (Berger & Luckmann), diperkuat kesadaran generasional (Mannheim), dan dimanifestasikan melalui strategi digital yang mereproduksi struktur baru (Giddens). Mereka membangun komunitas nilai untuk menciptakan counter-hegemony terhadap budaya dominan koruptif (Gramsci), sehingga berpotensi menjadi value guardian yang mendorong perubahan nilai publik dari bawah

Downloads

Published

2026-02-24

How to Cite

Nasywa Putri Rasyidah, & Endah Wahyuningsih. (2026). Generasi Z Sebagai Penjaga Nilai (Rekonstruksi Budaya Integritas di Tengah Negara dengan Tingkat Korupsi Tinggi). Dromologi : Journal of Sociology and Humanities, 2(2), 18–31. Retrieved from https://ejournal.undar.or.id/index.php/dromo/article/view/1819

Issue

Section

Articles