Bekerja di Bawah Stigma: Konstruksi Kelas, Modal Sosial, dan Kerentanan Pekerja Daur Ulang Plastik

Authors

  • Prastyo Bima Aji Anggono Program Studi Sosiologi, Universitas Darul Ulum, Jombang, Indonesia
  • Rikasmir Program Studi Sosiologi, Universitas Darul Ulum, Jombang, Indonesia
  • Kenza Aulia Devinta Program Studi Sosiologi, Universitas Darul Ulum, Jombang, Indonesia
  • Abu Tazid Program Studi Sosiologi, Universitas Darul Ulum, Jombang, Indonesia

Abstract

Pekerja daur ulang plastik memegang peran vital dalam ekonomi sirkular, namun terus terpinggirkan. Artikel ini bertujuan membedah hubungan antara stigma sosial, konstruksi kelas, dan kerentanan pekerja dalam rantai pasok kapitalisme global. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) dengan menyintesis 30 sumber literatur terkait sosiologi dan ekonomi politik persampahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa stigma “pekerja kotor” direproduksi sebagai legitimasi sistemik untuk mempertahankan upah murah dan meniadakan perlindungan kerja. Selain itu, modal sosial pekerja sering kali bersifat ambivalen; alih-alih membebaskan, hal ini justru menjebak mereka dalam sistem patronase pengepul dan ketergantungan ekonomi. Kesimpulannya, transisi ekonomi sirkular tidak akan adil jika hanya berfokus pada teknologi tanpa membongkar ketimpangan kelas. Diperlukan dekonstruksi stigma masyarakat dan rekognisi hukum yang tegas agar pekerja daur ulang diakui sebagai profesional ekologi yang bermartabat

Downloads

Published

2026-02-24

How to Cite

Prastyo Bima Aji Anggono, Rikasmir, Kenza Aulia Devinta, & Abu Tazid. (2026). Bekerja di Bawah Stigma: Konstruksi Kelas, Modal Sosial, dan Kerentanan Pekerja Daur Ulang Plastik. Dromologi : Journal of Sociology and Humanities, 2(2), 32–43. Retrieved from https://ejournal.undar.or.id/index.php/dromo/article/view/1820

Issue

Section

Articles