Pembinaan Dan Pengembangan UMKM Sebagai Desa Wisata Di Desa Wonosalam
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mengetahui strategi pembinaan pemerintah desa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pengembangan UMKM sebagai desa wisata di Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, karena fenomena pembinaan UMKM tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial, ekonomi, dan kebijakan yang melingkupinya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan informan yang ditentukan secara purposive sampling. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, serta kriteria kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Analisis data dilakukan secara interaktif mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM di Desa Wonosalam, khususnya usaha pengolahan keripik salak, pisang, dan ketela, cukup beragam namun masih berskala rumah tangga dan belum terintegrasi secara maksimal dengan sektor pariwisata. Strategi pembinaan pemerintah desa mencakup pelatihan produksi, pendampingan legalitas usaha (PIRT dan sertifikasi halal), dorongan pemasaran digital, serta penguatan sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), meskipun sistem monitoring dan evaluasi masih bersifat informal. Faktor pendukung pengembangan UMKM meliputi ketersediaan sumber daya alam, semangat wirausaha masyarakat, dan potensi kunjungan wisatawan, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan kapasitas manajerial, legalitas usaha, dan permodalan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem monitoring-evaluasi, fasilitasi legalitas usaha, dan sinergi kelembagaan desa guna mewujudkan UMKM yang berkelanjutan sebagai penopang ekonomi desa wisata Wonosalam.

