Self-Acceptance Pada Lansia Yang Ditempatkan Keluarga di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Indralaya

Authors

  • Dwi Hurriyati Universitas Bina Darma
  • Katrin Intan Lestari Universitas Bina Darma

DOI:

https://doi.org/10.32492/idea.v10i2.102010

Abstract

The Self-acceptance refers to an individual's ability to accept themselves wholly, including the physical, psychological, and social changes that occur during old age. Older adults living in social institutions often face various challenges, such as environmental changes, physical limitations, and reduced family support, which may affect their self-acceptance. This study aimed to describe self-acceptance among older adults living at UPTD Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Indralaya. A qualitative descriptive approach was employed in this study. Two elderly participants were selected through purposive sampling based on predetermined criteria. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through technique triangulation and source triangulation. The findings revealed that both participants demonstrated a relatively good level of self-acceptance based on Hurlock’s four dimensions of self-acceptance: appearance, adjustment, social attitude, and personal satisfaction. Both participants were able to accept their physical and health conditions, adapt to the nursing home environment, establish positive social relationships, and express gratitude and satisfaction with their current lives. In addition, religiosity emerged as a supporting factor in the self-acceptance process, as religious activities provided psychological comfort and meaning in life. The study concludes that self-acceptance among older adults living in social institutions is influenced by adaptive abilities, social support, life experiences, and individual religious values.

References

DAFTAR PUSTAKA

Afnah, A. F. L. (2024). Gambaran successful aging pada lansia (Studi kasus di Desa Cangaan Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik). Happiness: Jurnal Psikologi Islam, 8(2).

Andamari, S. R., & Walgito, B. (2010). Perbedaan kemampuan lansia dalam membina hubungan sosial yang intim berdasarkan keterlibatannya dalam dunia kerja dan tingkat pendidikan. Jurnal Psikologi, 6(1), 11–21.

Bunga, B. N., & Kiling-Bunga, B. N. (2019). Penerimaan diri pada lansia di panti sosial. Journal of Health and Behavioral Science, 1(4), 278–292. https://doi.org/10.35508/jhbs.v1i4.2096

Dewi, T. T., Prasetyo Sulistiono, M. A., Sidik, S. K., Istiqomah, I. L., Setyaningsih, A., Rahmaywati, A. N., Nisa, L., Auliya, A., Pranata, M. A. E., & Hikmah, S. (2025). Analisis penerimaan diri lansia yang tinggal di panti wredha ditinjau dari ketiadaan dukungan keluarga. Jurnal Media Akademik, 3(5).

Dumaris, S., & Rahayu, A. (2019). Penerimaan diri dan resiliensi hubungannya dengan kebermaknaan hidup remaja yang tinggal di panti asuhan. IKRAITH-HUMANIORA, 3(1), 71–77.

Faradina, N. (2016). Penerimaan diri pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

Psikoborneo, 4(1), 18–23.

Fitriani, D., & Nurwati, N. (2018). Upaya pemenuhan kebutuhan lansia di panti sosial. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), 295–304.

Lestari, A. A., & Nugroho, W. (2022). Penerimaan diri pada lansia yang tinggal di panti sosial. SIBATIK Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 1(7), 1167–1176.

Malahati, F. (2023). Gambaran penerimaan diri pada lansia di Indonesia. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(4), 1055–1064.

Maulidhea, P. Q. A., & Syafiq, M. (2022). Gambaran penerimaan diri pada lansia yang dititipkan oleh keluarga di panti sosial. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 9(1), 206–217.

Meilinda, E. (2013). Hubungan antara penerimaan diri dan konformitas terhadap intensi merokok pada remaja. Psikoborneo, 1(1), 6–13.

Nurhasanah. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri pada wanita infertilitas.

Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 1(1), 143–152.

Pratiwi, P. A., Mashalani, F., Hafizhah, M., Batrisyia, A., Sabrina, N. H., & Siregar, D. Y. (2024). Mengungkap metode observasi yang efektif menurut pra-pengajar EFL. Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah, 2(1).

Radianto, E. (2023). Interpretasi modern tentang teori dan filosofi penelitian. KRITIS, 32(1), 56–74.

Sari, A. P., & Selian, S. N. (2026). Dinamika penerimaan diri dengan kesepian pada pra lansia.

Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 4(1), 731–738.

Sari, E. P., & Nuryoto, S. (2002). Penerimaan diri pada lanjut usia ditinjau dari kematangan emosi.

Jurnal Psikologi, 29(2), 73–88.

Solikhah, K., Lilik, S., & Priyatama, A. N. (2013). Pengaruh pelatihan penerimaan diri terhadap peningkatan kebermaknaan hidup remaja tunadaksa karena kecelakaan. Candrajiwa, 2(2), 53–63.

Ule, M. Y., Kusumaningtyas, L. E., & Widyaningrum, R. (2023). Studi analisis kemampuan membaca dan menulis peserta didik kelas II. Widya Wacana: Jurnal Ilmiah, 18(1).

Wijaya, T. A., & Trihastuti, M. C. W. (2025). Penerimaan diri dan keterbukaan diri mahasiswa.

Jurnal Psikoedukasi, 23(1), 39–57.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri anak berkebutuhan khusus tuna netra di Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta. (n.d.). Universitas Ahmad Dahlan.

Penerimaan diri pada penyandang tunarungu. (n.d.). Universitas Ahmad Dahlan.

Yunia, D. B. (n.d.). Hubungan penerimaan diri terhadap kualitas hidup lansia di Panti Werdha Pangesti Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.

Universitas Negeri Yogyakarta. (n.d.). Metode penelitian kualitatif. Repository Universitas Negeri Yogyakarta.

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. (n.d.). Skripsi penelitian kualitatif. Repository UIN Sunan Kalijaga.

Downloads

Published

2026-10-24

How to Cite

Dwi Hurriyati, & Lestari, K. I. (2026). Self-Acceptance Pada Lansia Yang Ditempatkan Keluarga di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Indralaya. IDEA: Jurnal Psikologi, 10(2), 256–262. https://doi.org/10.32492/idea.v10i2.102010