Pengaruh Pengunaan Yellow Trap Terhadap Populasi Hama Di Kebun Cengkeh
DOI:
https://doi.org/10.32492/kambium.v2i1.2101Keywords:
Yellow Trap, Serangga Hama, Tanaman Cengkeh.Abstract
Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum (L) Merr & Perry) di Indonesia lebih kurang 95 % diusahakan oleh rakyat dalam bentuk perkebunan rakyat yang tersebar di seluruh propinsi. Sisanya sebesar 5% diusahakan oleh perkebunan swasta dan perkebunan negara. Cengkeh merupakan tanaman rempah yang termasuk dalam komoditas sektor perkebunan yang mempunyai peranan cukup penting antara lain sebagai penyumbang pendapatan petani dan sebagai sarana untuk pemerataan wilayah pembangunan serta turut serta dalam pelestarian sumber daya alam dan lingkungan.
Salah satu kendala pada budidaya cengkeh adalah adanya serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi daun cengkeh sehingga perlu dilakukan tindakan pengendalian. Salah satu metode yang digunakan untuk mengendalikan OPT pada cengkeh adalah menggunakan perangkap Yellow Trap. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunan Yellow Trap sebagai perangkap serangga hama pada kebun cengkeh.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa populasi serangga hama yang terperangkap menggunakan Yeloow Trap sebanyak 33 individu dari 5 spesies. Seranga yang terperangkap terbanyak pada famili Cerambycidae, yang merupakan spesies Hexsamitodera semivelutina sebanyak 6 individu
References
Adawiyah R, L Aphrodyanti, dan N Aidawati. (2020). Pengaruh warna bunga refugia terhadap keanekaragaman serangga pada pertanaman tomat (Solanum lycopersicum). Proteksi Tanaman Tropika 3(2): 194-199.
A’yunin Q, A Rauf, dan IS Harahap. 2019. Perilaku kunjungan dan efisiensi penyerbukan Heterotrigona itama (Cockerell) dan Tetragonula laeviceps (Smith)(Hymenoptera: Apidae) pada labu siam. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI) 24 (3): 247-257.
Allifah AF NA, Rosmawati T, dan Z Jamdin. (2019). Refugia ditinjau dari konsep gulma pengganggu dan upaya konservasi musuh alami. Jurnal Biology Science & Education (8) 1: 82-89.
Basna, M., Koneri, R., & Papu, A. (2017). Distribusi Dan Diversitas Serangga Tanah Di Taman Hutan Raya Gunung Tumpa Sulawesi Utara. Jurnal MIPA, 6(1), 36. https://doi.org/10.35799/jm.6.1.2017.16082
Dawati, RA. (2018). Pengendalian OPT dengan tanaman refugia di lahan sawah. Penyuluh pertanian WKPP Murung Ilung Kec. Paringin Kab. Balangan Disajikan pada Pelatihan Dasar Penyuluh Ahli Angkatan V di BBPP Binuang.
Effendi, S. N., Liestiany, E., & Fitriyanti, D. (2019). Keanekaragaman Serangga yang Berasosiasi pada Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.) di Kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru. Jurnal Proteksi Tanaman Tropika, 2(1), 76–80. http://jtam.ulm.ac.id/index.php/jpt/article/view/45
Farida, GD dan NR Ardiarini. 2019. Fenologi dan karakterisasi morfo-agronomi tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) pada kawasan tropis. Jurnal Produksi Tanaman 7(5): 792–800.
Fajarfika, R. (2020). Keanekaragaman dan Dominansi Serangga pada Agroekosistem Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Agro Wiralodra, 3(2), 68–73.
https://doi.org/10.31943/agrowiralodra.v3i2.51
Hasibuan, S. 2016. Efektivitas perangkap warna dengan Sistem pemagaran pada serangga hama tanaman. Fakultas Pertanian Universitas Asahan. 1-10.
Hidayat, AP, H Pratiknyo, dan E Basuki. (2016). Keragaman serangga polinator pada tumbuhan edelweiss Jawa (Anaphalis javanica) di Gunung Slamet Jawa Tengah. Seminar Nasional Pendidikan dan Saintek 1(1): 481-491.
Hidayah, M., Fariyanti, A., & Anggraeni, L. (2022). Daya Saing Ekspor Cengkeh Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis (JEPA), 6(3), 930–937.
Irsan, C. (2016). Predator, Parasitoid, dan Hiperparasitasi yang Berasosiasi dengan Kutu Daun (Homoptera: Aphididae) on Caladium Crop. IPB.Jurnal Biosains Vol 10 no 2. ISSN 0854-8587.
Luanmasa, S. P., Leatemia, J. A., & Uruilal, C. (2023). Intensitas Kerusakan Tanaman Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Akibat Serangan Hama dan Penyakit di Negeri Hitu Lama, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Agrosilvopasture-Tech, 2(2), 412–420.
Marmaini.2020. Penggunaan Agens Pengendalian Hayati (APH) Untuk. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Palembang-. Indonesia.
Sakir, IM dan D Desinta. 2018. Pemanfaatan refugia dalam meningkatkan produksi tanaman padi berbasis kearifan lokal. Jurnal Lahan Suboptimal. Journal of Suboptimal Lands 7(1): 97-105.
Sari, P., Syahribulan, S., Sjam, S., & Santosa, S. (2017). Analisis Keragaman Jenis Serangga Herbivora Di Areal Persawahan Kelurahan Tamalanrea Kota Makassar. Bioma : Jurnal Biologi Makassar, 2(1), 36–45. https://doi.org/10.20956/bioma.v2i1.1620
Sihombing, WS, Y Pangestiningsih, dan MU Tarigan. (2018). Pengaruh perangkap warna berperekat terhadap hama capside (Cyrtopeltis tenuis Reut) (Hemiptera Miridae) pada tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L.). Jurnal Online Agroekoteknologi 1(4).
Wardana, R, I Erdiyansyah, dan SU Putri. (2018). Presistensi hama (pemanfaatan tanaman refugia sebagai sistem pengendali hama padi) pada kelompok tani Suren Jaya 01, Kecamatan Ledokombo. Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember 233–237.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 KAMBIUM Jurnal Pertanian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.








