Konsep Warisan Kakek, Aul, dan Radd

Authors

  • Fakhrun Nisa State Islamic University K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Diah Maharani State Islamic University K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Putri Widhia Ningrum State Islamic University K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Mohammad Syaifuddin State Islamic University K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.32492/jj.v15i2.15203

Keywords:

Ilmu Faraid; Warisan Kakek; Aul; Radd; Hukum Waris Islam.

Abstract

Penelitian ini mengkaji tiga konsep sentral dalam ilmu faraid (hukum waris Islam) yang seringkali menimbulkan permasalahan kompleks: warisan kakek, aul, dan radd. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana konsep-konsep ini diterapkan dalam pembagian harta warisan dan menemukan solusi hukum yang relevan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-normatif, mengkaji sumber-sumber primer seperti Al-Qur'an dan Hadis, serta kitab-kitab fikih klasik dan kontemporer. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pemahaman mendalam terhadap ketiga konsep tersebut untuk menghindari sengketa dalam pembagian warisan. Implementasi yang tepat dari aul dan radd dapat memastikan keadilan bagi seluruh ahli waris, sementara pemahaman yang komprehensif tentang warisan kakek dapat menyelesaikan permasalahan yang sering timbul antara kakek dan saudara-saudara pewaris. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para praktisi hukum Islam, akademisi, dan masyarakat dalam mengaplikasikan ilmu faraid secara akurat dan adil.

References

BUKU

Aen, N. (2014). Studi komparatif mengenai pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Syafi’i dalam ketentuan hukum waris kakek bersama saudara relevansinya dengan konsistensi ijtihad masing-masing (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

Al Azhar, Hukum Waris (Judul Asli: Ahkam Al Mawaris Fi Fiqh Al Islam)., hlm. 330.

Al Azhar, Hukum Waris (Judul Asli: Ahkam Al Mawaris Fi Fiqh Al Islam)., hlm. 330.

Devita Aulia, S.H., M. H. (2021). Penerapan Metode `Aul dalam Penyelesaian Kasus Hukum Waris Islam. 2, 167–186.

Dian Khairul Umam, Fiqih Mawaris (Bandung: Pustaka Setia, 2006).,hlm. 148.

Dian Khairul Umam, Fiqih Mawaris (Bandung: Pustaka Setia, 2006).,hlm. 148.

Drs. Beni Ahmad Saebani, M. S. (2012). Fiqg Mawaris (D. M. A. Djaliel (ed.)). CV. Pustaka Setia.

Drs. H. Moh. Muhibbin, S.H., M. H., & Drw. H. Abdul Wahid S.H., M. A. (2009). Hukum Kewarisan Islam (Tarmizi (ed.)). Sinar Grafika.

Habil, I. (2024). Pembagian Waris Kakek dan Saudara Menurut Muhammad ‘Ali> Al-Sabuni (Analisis Kepastian Hukum Dalam Hukum Islam yang Berlaku di Indonesia) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia)

Haji Wahidah and IAIN Antasari Press, Buku Ajar Fikh Waris (Banjarmasin: IAIN Antasari Press, 2014).,

Haji Wahidah and IAIN Antasari Press, Buku Ajar Fikh Waris (Banjarmasin: IAIN Antasari Press, 2014)., hlm. 36.

hlm. 36.

Komite Fakultas Syariah Universitas Al Azhar, Hukum Waris (Judul Asli: Ahkam Al Mawaris Fi Fiqh Al Islam), ed. Addys Aldizar dan Fathurrahma (Jakarta: Senayan Abadi, 2004)., hlm. 329.

Komite Fakultas Syariah Universitas Al Azhar, Hukum Waris (Judul Asli: Ahkam Al Mawaris Fi Fiqh Al Islam), ed. Addys Aldizar dan Fathurrahma (Jakarta: Senayan Abadi, 2004)., hlm. 329.

Wahidah and IAIN Antasari Press., hlm. 40.

Wahidah and IAIN Antasari Press., hlm. 40.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Nisa, F., Maharani, D., Widhia Ningrum, P., & Syaifuddin, M. (2026). Konsep Warisan Kakek, Aul, dan Radd. Justicia Journal, 15(2), 171–183. https://doi.org/10.32492/jj.v15i2.15203