Fenomena Coffee Shop Sebagai Budaya Populer Remaja (Studi di Convo Coffee Jombang)

Authors

  • Ika Putri Ludviyah Universitas Darul 'Ulum
  • Endah Wahyuningsih Universitas Darul 'Ulum
  • Muhammad Nur Hidayat Universitas Darul 'Ulum

Keywords:

Coffee Shop; Budaya Populer; Remaja

Abstract

Topik dalam penelitian ini adalah tentang proses hegemoni dan kapitalisme fenomena coffee shop sebagai budaya populer remaja. Penelitian ini dilakukan di convo coffee yang terletak di Kabupaten Jombang. Convo coffee menjadi salah satu coffee shop yang populer di kalangan remaja. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori yang digunakan culture studies yang dikemukakan oleh Chirs Barker dan teori materialisme budaya hegemoni dan kapitalisme yang dikemukakan oleh Raymond Williams. Informan dalam penelitian ini yakni pemilik convo coffee, barista, dan pengunjung. Hasil dalam penelitian ini ditemukan proses coffee shop sebagai budaya populer (1) proses hegemoni melalui eksistensi melalui aktivitas nongkrong dengan bercengkrama, bekerja/belajar, dan mengikuti gaya hidup dalam kegiatan yang sedang tren melalui media sosial Tik Tok dan Instagram. Convo coffee memiliki desain yang modern sehingga mampu menggantikan bentuk budaya nongkrong zaman dulu di taman atau warung, (2) proses kapitalisme melalui inovasi convo coffee a) collective space adalah tempat yang menyediakan berbagai macam makanan yang sedang hits, self studio, dan service iphone, b) Instagramable dalam hal ini Convo coffee cocok digunakan untuk foto-foto yang menggambarkan aktivitas budaya populer remaja. Convo coffee menggunakan konsep tersebut untuk menarik pengunjung berdatangan ke convo coffee karena mampu memberikan kesan nyaman dan dapat menguasai budaya populer.

References

Ahyar, H., Maret, U. S., Andriani, H., Sukmana, D. J., Mada, U. G., Hardani, S.Pd., M. S., Nur Hikmatul Auliya, G. C. B., Helmina Andriani, M. S., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif (Nomor March).

Bado, B., Tahir, T., & Supatminingsih, T. (2023). Studi Social Climber Gen-Z dan Perilaku Ekonominya. Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies, 4(1), 503–526.

Fauzi, A., Punia, I. N., & Kamajaya, G. (2017). Budaya Nongkrong Anak Muda di Kafe (Tinjauan Gaya Hidup Anak Muda di Kota Denpasar). Jurnal Ilmiah Sosiologi (SOROT), 3(5), 40–47. https://ojs.unud.ac.id/index.php/sorot/article/view/29665

Rahmawati, A., & F, S. N. (2012). Cultural Studies : Analisis Kuasa atas Kebudayaan. UPN Jatim Repository, 3. http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/ilkom/article/view/318

Rosana, E., & Dalam, M. (2015). Ellya Rosana, Modernisasi Dalam,...... 67–82.

Saputro, R. D., Maryam, S., & Hartono, S. (2021). Kepuasan Pelanggan Ditinjau Dari Store Atmosphere, Variasi Menu, Dan Pelayanan Pada Coffee Shop Kapal Kopi Karanganyar. Jurnal Ilmiah Edunomika, 5(02), 1022–1031. https://doi.org/10.29040/jie.v5i2.1924

Sugiono, yusuf. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif (Nomor January).

Triana, HS, Y. (2017). Batu Akik Sebagai Budaya Populer. Jurnal Artefak, 4(1), 1. https://doi.org/10.25157/ja.v4i1.311

Utama, T. (2017). Fenomena coffee shop di kalangan konsumen remaja. 137–144.

Downloads

Published

2022-07-26

How to Cite

Ludviyah, I. P. ., Wahyuningsih, E., & Hidayat, M. N. (2022). Fenomena Coffee Shop Sebagai Budaya Populer Remaja (Studi di Convo Coffee Jombang). Journal of Public Power, 6(1), 28–39. Retrieved from https://ejournal.undar.or.id/index.php/jpp/article/view/740

Issue

Section

Articles