Tradisi Suronan Sebagai Ekspresi Budaya Islam Jawa: Studi Sosio-Religius Tentang Nilai Dan Simbol Keislaman Dalam Ritual Suro
DOI:
https://doi.org/10.32492/sumbula.v11i1.11123Keywords:
Suronan, Akulturasi budaya, Nilai KeislamanAbstract
Tradisi Suronan merupakan wujud akulturasi antara Islam dan budaya Jawa yang menampilkan keharmonisan antara nilai religius dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna sosio-religius, simbolisme, dan nilai keislaman yang terkandung dalam ritual Suronan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka (library Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Suronan memiliki tiga dimensi utama: spiritual, sosial, dan budaya. Secara spiritual, Suronan menjadi sarana introspeksi dan penguatan tauhid, secara sosial, ia menumbuhkan nilai-nilai solidaritas, gotong royong, dan kepedulian, sedangkan secara budaya, ia menampilkan Islam yang toleran dan adaptif terhadap tradisi lokal. Tradisi ini juga berperan sebagai media pendidikan nilai dan moderasi beragama yang menumbuhkan Islam yang damai dan membumi. Dengan demikian, Suronan tetap relevan di era modern sebagai ekspresi Islam Nusantara yang harmonis dan humanis.
hasil dan kesimpulan dalam bentuk singkat dan jelas. Jumlah kata dalam abstrak tidak lebih dari 200 kata.
Kata Kunci : Suronan, Akulturasi budaya, Nilai keislaman
Downloads
References
Arisky, L., & Fauzi, A. M. (2024). Tradisi Jamasan Pusaka Pada Bulan Suro : Penggabungan Nilai Budaya Jawa dan Ajaran Agama Islam. Penangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 8(1), 53–65.
Ayuputri, R. N. (2023). Larangan beserta tradisi malam 1 suro di surakarta. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra, 03(03), 26–31.
Creswell, J. W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (3rd ed.). SAGE Publication.
Febriyanto, D., Muslimin, M., & Karimah, L. (2023). Menilik Tradisi Suroan pada Masyarakat Jawa di Kelurahan Cahaya Mas. Yasin: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Budaya, 3(5), 1116–1134. https://doi.org/10.58578/yasin.v3i5.1764
Ghoniyah, S., & Musonif, M. Z. (2023). Jenang Sura: Akulturasi Antara Tradisi Lokal Jawa dan Nilai-Nilai Islam. JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia, 2(1), 37–48. https://doi.org/10.53491/porosonim.v2i1.38
Jamaly, Z. (2024). Bulan Suro dalam Perspektif Islam dan Tradisi Bulan Suro di Pulau Jawa. Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 2(1), 07–15. https://doi.org/10.59632/leksikon.v2i1.194
Juliati, I., Ruja, I. N., & Kurniawan, B. (2021). Makna Simbolik Kirab Ritual 1 Surodi Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Sandhyakala Jurnal Pendidikan Sejarah, Sosial Dan Budaya, 2(1), 50–72. https://doi.org/10.31537/sandhyakala.v2i1.411
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. In SAGE Publications (Vol. 1304).
Mudyo, U., & Arlina. (2024). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Suroan pada Masyarakat Jawa. Jurnal Pendidikan Islam Al-Ilmi, 7(2), 92–106. https://doi.org/10.32529/al-ilmi.v7i2.3421
Rahmawati, R., Adenan, A., & Ekowati, E. (2023). Tradisi Suroan dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan Masyarakat Dusun Bantan, Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 678–683. https://doi.org/10.56832/edu.v2i2.227
Sari, A. D. P., & Setiawan, B. W. S. (2025). Tradisi Malam Satu Suro sebagai Wujud Implementasi Kerukunan Masyarakat Desa Tambibendo Kabupaten Kediri. Jurnal Haluan Sastra Budaya, 9(1), 31–43.
Wicaksono, A. K., & Muna, N. (2022). Rekonstruksi Makna Tradisi Suroan Bagi Umat Islam di Petilasan Sri Aji Jayabaya Kabupaten Kediri. Realita : Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam, 20(2), 117–128. https://doi.org/10.30762/realita.v20i2.127
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aisha Inda Nursifa, Khansa Naila Nurhusna, Nihayatur Rohmah, Rohim Habibi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This journal permits and encourages authors to post items submitted to the journal on personal websites or institutional repositories both prior to and after publication, while providing bibliographic details that credit, if applicable, its publication in this journal.

